PIJAR NTT (Perhimpunan Jurnalis Alor)

September 1, 2010

Polisi Limpahkan BPA Pencurian Cendana

Filed under: HUKRIM — pijarntt @ 19:07

Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Alor kini telah melimpahkan berita acara pemeriksaan (BAP) tahap pertama kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalabahi untuk diteliti. Pelimpahan berkas ini dilakukan setelah penyidik merampungkan berkas dari enam tersangka kasus pencurian cendana di hutan Omtel beberapa pekan lalu. Dari enam tesangka ini, penyidik membaginya menjadi dua BAP yakni tersangka penebang kayu yang terdiri dari dua orang dan tersangka penjual kayu cendana yang terdiri dari empat orang tersangka.
Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Antonius Mengga yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/08/10)  mengatakan, pihaknya telah mengirim BAP kepada Kejari Kalabahi beberapa hari sebelumnya. Pengiriman BAP tersebut, kata Mengga dipisahkan menjadi dua berkas yakni tersangka penebang kayu cendana dan tersangka penjual kayu cendana.
Untuk tersangka penjual kayu cendana, kata pihaknya, belum mengirim BPA karena masih merampungkan berkas, sedangkan BPA untuk dua tersangka penebang kayu cendana telah dikirim ke Kejari, 24 Agustus 2010.
“Jadi untuk tersangka penjual kayu cendana kita masih dalam tahap perampungan berkas dan dalam minggu ini akan dikirim. Sedangkan dua tersangka yang menebang kayu, Yeskiel dan Theodorus  kita suda kirim berkasnya tanggal 24 Agustus 2010 lalu,” tandasnya.
Ditanya Alor Pos, apakah ada sindikat dalam kasus pencurian kayu yang dilindungi undang – undang ini, Mengga mengatakan dalam kasus ini tidak ada sindikat pencurian. Namun, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa waktu lalu, kata Mengga, terdapat puluhan pohon cendana yang telah ditebang di hutan Omtel. Sementara yang ditebang Theodorus dan Yeskiel hanya dua pohon.
“Dari olah TKP kita melihat ada puluhan pohon kayu cendana yang ditebang. Menurut pengakuan mereka dua ini hanya tebang tujuh pohon. Mungkin pohon – pohon itu orang lain yang tebang,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Alor berhasil mengamankan sejumlah kayu cendana yang disimpan di rumah Eko Hamid di kampung Sawa Lama – Kalabahi, Kamis 29 Juli 2010 lalu. Polisi melakukan aksi penangkapan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat kalau ada oknum yang menyimpan sejumlah kayu cendana dirumah. Para tersangka yang telah ditahan Polisi ini yakni Hamid Eko, Yan Dominggus Namangdjabar dan Alimudin Tolang serta Theodurus dan Yeskiel. Mereka ini akan dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-Undang (UU) No.41 Tahun 2009 tentang Kehutanan. PIJAR-AP

Oknum kontraktor menangis di ruang Sidang

Filed under: HUKRIM — pijarntt @ 18:54

Salah satu oknum kontraktor di Kabupaten Alor, Rajab Serang akhirnya menangis diruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Kalabahi, Kamis (26/08/10) setelah berpelukan dengan Wakil Bupati (Wabup) Alor, Drs. Jusran M.Tahir. Rajab Serang terlihat menangis karena menyesali perbuatannya yang telah menghina Wabup Tahir pada bulan April 2010.

SEPERTI disaksikan wartawan , Wabup Tahir dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kalabahi, Sudarto, SH untuk memberikan keterangan sebagai saksi korban. Sebelumnya tiga saksi lainnya yakni sopir Wabup Alor dan anggota Linmas juga telah memberikan keterangan di PN Kalabahi. Sidang tersebut, dipimpin hakim ketua Popi Juliani,SH didampingi dua hakim angota yakni Didimus Hendot, SH dan Agus S, SH.

Dalam keterangannnya, Wabup Tahir menjelaskan kalau pada saat kejadian dia berada di luar daerah dan baru mengetahuinya setelah mendapat telepon dari rumah jabatan (Rujab). Dikatakannya, pada saat itu Rajab Serang mengeluarkan kata – kata kasar berupa makian.

Dia juga mengaku, tak tahu menahu soal proyek seperti yang disampaikan oleh Rajab Serang. “Saya tidak tahu proyek itu. Lokasinya dimana saya tidak tahu,” jawab Wabup Tahir ketika ditanya majelis hakim, Popi Juliani, SH.

Menurut Wabup Tahir, hal seperti ini baru dilakukan Rajab Serang terhadap dirinya, padahal kata Wabup Tahir dia sering membantu Rajab Serang. Hal ini dapat terlihat, kata Wabup Tahir, ketika memberikan pekerjaan kepada Rajab Serang untuk membuat gudang Mesjid di Kikilai.

“Saya pernah bantu dia saya kira dia pro sama saya ternyata tidak,” ujar Wabup Tahir.

Terhadap keterangan Wabup Tahir, terdakwa Rajab Serang ketika ditanya majelis hakim mengatakan tidak merasa keberatan dan apa yang disampaikan itu betul. Saat diminta majelis hakim untuk meminta maaf kepada Wabup Tahir, Rajab Serang terlihat keberatan. Menurut Rajab Serang, karena kasus ini sudah di p roses hukum, maka dirinya belum mau untuk meminta maaf dan baru akan melakukannya setelah mendapat putusan pengadilan.

Terkait apa yang disampaikan Rajab Serang ini, majelis hakim mengatakan, sebagai orang yang telah melakukan kesalahan dan beragama, maka wajib untuk meminta maaf. Selain itu, katanya permintaan maaf juga menjadi pertimbangan bagi hakim untuk memberikan putusan.

“Sebagai orang bersalah dan keyakinan beragama kita harus meminta maaf. Itu pun menjadi petimbangan bagi kami. Itu menurut bapak menurut hukum lain,” kata majelis hakim, Popi Juliani,SH.

Setelah mendengar “nasihat” dari majelis hakim, Rajab Serang akhirnya bangun dari tempat duduknya dan memeluk Wabup Tahir kurang lebih 2 menit. Terlihat mata Rajab Serang berkaca – kaca dan mengeluarkan air mata. Suasana sidang pun sempat hening, ketika dua anak manusia ibarat “bapak dan anak” ini saling berpelukan.

Seteleh berpelukan dan meminta maaf, majelis hakim kembali bertanya perasaan Wabup Tahir setelah mendapat permohonan maaf dari Rajab Serang. “Oh saya iklas bu, saya puas bu,” jawab Wabup Tahir. Meski telah melakukan perdamaian, kata majelis hakim, proses hukum kasus ini tetap berjalan.

Sementara itu, terdakwa Rajab Serang ketika ditanya majelis hakim, terkait “aksinya” di rujab, Senin 12 April 2010 lalu mengaku datang ke tempat tersebut dalam keadaan mabuk berat setelah kembali dari Moru.

“Saya datang dalam keadaan mabuk berat. Saya tidak sadar saya sudah ada di rujab,” ujarnya.

Terkait urusan proyek sepeti yang disampaikan Rajab Serang, menurut majelis hakim, jika proyek ini benar ada, maka sebaiknya ikhlaskan.”Soal proyek, kalau proyek itu betul iklaskan saja,” ujar hakim Didimus Hendot, SH.

Ketika ditanya majelis hakim, berapa botol minuman keras (miras) yang diminumnya, dia mengaku telah menghabiskan 10 botol bir dan 1 botol sopi (minuman beralkohol, Red) yang diminumnya selama dua kali yakni di Moru dan Kadelang.

Majelis mengatakan, miras bukan meluruskan masalah melainkan akan membawa masalah baru. Selain itu, miras juga tidak akan menghilangkan orang dari sanksi pidana. “Minuman (miras) tidak menghapus seseorang dari sifat pemindanaan,” ujar majelis hakim.

Sidang tersebut akan dilanjutkan, Selasa (31/08/10) dengan agenda tuntutan JPU. PIJAR-AP

Meningkat, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Alor

Filed under: EKSOSBIS — pijarntt @ 18:38

Kalabahi -Jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke seluruh wilayah Kabupaten Alor mengalami peningkatan. Ini dibuktikan dengan hunian di kamar hotel tercatat jumlah wisatawan yang menginap bertambah setiap tahun.

Tidak semua wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Alor menginap di Hotel yang ada,  mereka lebih memilih untuk menginap di Kapal yang mereka tumpangi sebagai sarana transportasi.  Ada juga sistem registrasi  hotel yang kurang rapi sehingga data pengunjung tidak semuanya tercatat dengan baik. Meski demikian, yang sempat tercatat di penginapan menunjukan locatan peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Alor, begitu salah satu isi RIPPDA di BAB IV yang mengulas tentang Pasar Wisatawan di Kabupaten Alor.  
Dalam bagian itu kemudian dijelaskan bahwa jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Alor masih didominasi oleh wisatawan Nusantara.   Hal ini dapat dilihat dari data kunjungan wisatawan di Kabupaten Alor  dari tahun 2005 sampai dengan 2009 terdapat perbandingan  10 wisnus berbanding 1 wisman.
Pada tahun 2006 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Alor menurun 6,08% dari jumlah wisatawan mancanegara tahun 2005 yakni 493 orang. Namun jumlah wisatawan mancanegara mengalami peningkatan yang sangat siginifikan di tahun 2007  yakni 550 orang atau meningkat 18,79%, tahun 2008 meningkat 15,27%  dan  terjadi peningkatan yang sangat besar yakni 76,65%  atau 1.120  wisman  pada  tahun 2009.
Sedangkan wisatawan nusantara pada tahun 2005 berjumlah 4.893 orang dan pada tahun 2006 meningkat 13,42 % dengan jumlah 5.550 orang. Pada tahun 2007 jumlah wisnus yang ke Alor menurun 37,29% atau 3.480 orang. Penurunan ini tidak terjadi lagi karena pada tahun 2008 jumlah wisatawan nusantara menjadi 7.629 orang atau meningkat 119,22%. Selanjutnya pada tahun 2009 jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Alor berjumlah 9.375 atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 22,88%.
Wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Alor sejak tahun 2005–2009 dengan Kapal Pesiar  berjumlah  1.185  dengan intensitas kunjungan kapal pesiar sebanyak  3 Kali.  Berdasarkan data yang ada,  setiap tahun  kapal pesiar  singgah di Pelabuhan Kalabahi sebanyak 1 kali.
Kapal Pesiar yang biasa dipergunakan oleh para wisatawan mancanegara adalah kapal pesiar yang melakukan tour  dan Alor ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Kapal pesiar tersebut biasanya membawa wisatawan mancanegara dengan jumlah yang cukup banyak yakni 250 hingga 500 orang. Biasanya kapal pesiar tersebut singgah di Pelabuhan Kalabahi dan menurunkan penumpangnya  (wisatawan mancanegara) lalu mereka melakukan perjalanan ke daerah wisata yang dituju. Kapal pesiar tersebut kemudian akan berangkat kembali setelah para wisatawan selesai melakukan kunjungan wisata. Berikut adalah tabel yang menyajikan data wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Alor dengan Kapal Pesiar dari tahun 2007 – 2009.
Jumlah wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Alor dengan Kapal Pesiar cukup fluktuatif dari tahun 2007 sampai tahun 2009. Pada tahun 2007 jumlah wisatawan mancanegara adalah 390 orang dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 430 orang  atau 10,25%.  Kondisi ini berbeda dengan  tahun 2009 dimana jumlah mancanegara berkurang dari tahun sebelumnya  menjadi 365 orang atau menurun 15,11%. Salah satu alasan penurunan jumlah kunjungan  pada tahun 2009  adalah  karena tidak dilaksanakannya kegiatan Expo Alor yang juga merupakan target kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Pemerintah Kabupaten Alor Sejak tahun 2002  sampai dengan tahun 2008  mengadakan kegiatan EXPO Alor  dimana kegiatan ini dipadukan dengan jadwal kunjungan wisata oleh wisatawan mancanegara.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin sehingga  menarik kunjungan mancanegara untuk  datang ke Kabupaten Alor dengan Perahu Layar secara rombongan dalam bingkai Sail Indonesia.
Kegiatan Expo Alor yang diadakan setiap tahunnya  dalam kurun waktu diatas diadakan selama kurang lebih 10 hari  pada awal Agustus. Para wisatawan yang hadir pada acara Expo Alor tidak semuanya adalah peserta Sail Indonesia. Ada wisatawan mancanegara lainnya yang datang secara khusus untuk menyaksikan kemeriahan kegiatan Expo yang dipadukan dengan kegiatan parade budaya. Rata-rata peserta Sail berada di Kalabahi selama 3–4 hari setelah mereka berkunjung ke daerah tujuan wisata dan menyaksikan Expo Alor.  Biasanya semua peserta menginap langsung di Perahu Layar yang berlabuh dengan tenang di Teluk Dulionong–Kalabahi karena keadaan laut di teluk yang aman dan nyaman untuk berlabuh.
Jumlah mancanegara yang berkunjung ke Alor selama kurun waktu tahun 2005 sampai dengan 2009  adalah  674 orang dengan jumlah perahu layar yang merapat di Pelabuhan Kalabahi sebanyak 264 Unit. Perahu Layar  terbanyak merapat di pelabuhan pada tahun 2006 yakni  75 unit, dan jumlah wisatawan terbanyak  adalah sebanyak  215  orang.
Pada tahun 2005,  70 unit perahu layar rombongan Sail Indonesia merapat di Pelabuhan Pantai Dulionong-Kalabahi dengan membawa 200 orang wisatawan mancanegara. Jumlah armada ini meningkat menjadi 75 unit pada tahun 2006 dengan jumlah penumpang 215 atau meningkat   0,75%. Selanjutnya tahun 2007  menjadi  65 unit  dan jumlah wisatawan turun menjadi 137 orang. Keadaan terus menurun pada tahun 2008, jumlah wisatawan menurun  menjadi 122 dan jumlah armada perahu layar hanya 54. Pada tahun 2009  tak ada rombongan sail yang berkunjung ke Kabupaten Alor, hal ini dikarenakan kegiatan Expo Alor tidak diadakan.
Menurunnya jumlah perahu layar dan jumlah wisatawan dalam rombongan sail Indonesia  dari tahun 2005 sampai dengan 2008 adalah sebuah keadaan yang perlu dicermati titik permasalahannya agar ke depan keadaan ini dapat diperbaiki.
Berbeda dengan wisatawan lainnya yang datang dengan kapal pesiar dan perahu  layar yang datang secara terorganisir, banyak juga wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Alor dengan menumpang alat transportasi umum, yakni pesawat dan kapal laut. Mereka biasanya datang setelah berwisata di Flores, Lombok  dan juga langsung dari Bali demikian pula sebaliknya.
Para wisman seperti ini biasanya lebih lama tinggal di Kabupaten Alor dan menginap di Hotel, Wisma maupun  lokasi lain langsung di daerah tujuan wisata. Rata-rata mereka berada di Kalabahi  7 hari. Sering juga wisatawan seperti ini datang berteman atau berkeluarga dan melakukan kunjungan ke beberapa daerah wisata secara marathon.
Jumlah wisatawan yang menggunakan transportasi umum untuk berkunjung ke Kabupaten Alor selama tahun 2007 adalah berjumlah 549 orang, mereka datang dengan menggunakan pesawat dan Kapal Laut. Pada tahun 2008 jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkurang 38,06% atau jumlah Wisatawan mancanegara  hanya 340 orang. Pada tahun 2009 kembali mengalami peningkatan hanya 2,94%  atau jumlah wisman yang berkunjung sebanyak 350 orang.
Secara umum, jumlah wisatawan di Provinsi Nusa Tenggara Timur menurun.  Pada tahun 2008 jumlah wisatawan  362.274 orang  dan  pada tahun 2009 jumlah wisatawan  337.428 orang atau menurun  9,31%.
Dari 16 Kabupaten yang memiliki data,  pada tahun 2008 Kabupaten Alor dilihat dari jumlah kunjungan wisman dan wisnus  maka Kabupaten Alor berada pada peringkat  9  dengan jumlah wisatawan 8.263 orang, dengan rincian 634 Wisman dan  7.629 Wisnus.
Peringkat pertama dan kedua adalah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Hal ini dikarenakan jumlah kunjungan di dua kabupaten ini didominasi wisatawan nusantara. Selain itu, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang juga  merupakan pintu masuk bagi para wisatawan ke kabupaten lain.
Pada tahun 2009, peringkat Kabupaten Alor menurun dua peringkat yakni peringkat 11 dengan jumlah kunjungan  10.495 orang. Secara jumlah jika dibanding dengan tahun 2008 maka mengalami peningkatan.  Namun secara peringkat menurun, hal ini disebabkan di kabupaten lain juga jumlah wisatawan meningkat secara signifikan.  Pada tahun 2009, jumlah wisatwan lebih menyebar di seluruh kabupaten, sedangkan Kabupaten Kupang dan Kota Kupang secara umum jumlah wisatawan menurun dari tahun sebelumnya.
Jika dibanding dengan Kabupaten Alor, beberapa kabupaten di NTT sudah terkenal karena memiliki obyek wisata yang sudah dikelola dengan baik dan menjadi unggulan wisata nasional dan menjadi target atau tujuan wisata internasional.  Obyek wisata tersebut adalah  Danau Kelimutu di Kabupaten Ende  dan  Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.
Selain dengan Obyek wisata yang sudah terkenal ada juga kabupaten yang memiliki  keunggulan wisata karena  akses  terutama transportasi udara yang mudah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang serta Kabupaten lain di Daratan Timor.
Dengan demikian maka Kabupaten Alor selain harus berbenah diri dalam membangun sarana dan prasarana pariwisata dan melakukan promosi yang baik,  juga perlu melakukan terobosan-terobosan untuk mempermudah akses transportasi darat, udara maupun laut.
Pada bagian pasar wisata juga dijelaskan,  peta perkembangan pariwisata di NTT secara keseluruhan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pada tahun 2001 Kabupaten Alor menempati urutan 6 dengan jumlah 39 Wisman dan urutan ke 7 untuk wisatawan nusantara  dengan jumlah  564 wisnus (jika diamati kunjungan wilayah per kabupaten di NTT).  Pada tahun-tahun selanjutnya Kabupaten Alor mengalami perubahan kunjungan wisatawan yang cukup tinggi.
Data kunjungan wisatawan Propinsi Nusa Tenggara Timur, dari 21 Kabupaten/Kota,  16 Kabupaten/Kota yang memiliki data kunjungan wisatawan. Sedangkan 5 babupaten baru yakni  Sabu Raijua, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Nagekeo dan Manggarai Timur belum memiliki data. PIJAR-ON

Pengendara Sepeda Motor Banyak yang Tak Pakai Helm

Filed under: HUKRIM — pijarntt @ 18:26

fakta yang terus terjadi dalam kehidupan lalu lintas di Kota Kalabahi dan sekitarnya. Kebanyakan para pengendara sepeda motor di Kabupaten Alor, khususnya di Kalabahi, tidak menggunakan helm. Mereka hanya mengenakan helm pada saat ada operasi penertiban yang dilakukan aparat kepolisian. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Alor, AKP Andreas Tangketasik mengatakan hal itu di Kalabahi, Jumat (13/8/2010), di sela-sela Operasi Simpatik menyongsong ramadhan. Tangketasik mengatakan, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm melanggar Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain melanggar UU, pengendara yang tidak memakai helm sangat beresiko fatal jika terjadi kecelakaan.  ”Banyak kasus lakalantas  terjadi membuat korban meninggal dunia akibat benturan keras di kepala,” ungkapnya. Dia mengatakan, polisi telah berulangkali mensosialisasikan UU lalu lintas, termasuk penggunaan helm standar bagi pengendara sepeda motor. Namun kesadaran masyarakat masih rendah. “Ada pengendara yang ditilang polisi karena tidak pakai helm, tidak ada SIM dan STNK tapi minta polisi dispensasi untuk melepas kendaraannya,” katanya. Kebiasaan buruk lainnya, kata dia, yakni pengendara tidak mengurangi kecepatan kendaraannya di cabang jalan dan tikungan jalan. “Cara mengendarai motor seperti ini biasanya menimbulkan kecelakaan,” jelasnya. Dia mengakui sejumlah kasus lakalantas yang terjadi, TKP-nya di lokasi pertigaan atau tikungan jalan akibat pengemudi tidak menurunkan kecepatan. Dalam Operasi Simpatik di Alor, katanya, polisi menjaring sekitar 60 sepeda motor. Polisi juga melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat yang menggunakan knalpot racing karena mengganggu masyarakat. “Saya minta masyarakat membantu polisi melaporkan motor yang masih pakai knalpot racing. Motor seperti ini menjadi sasaran tangkapan polisi dan biasanya motor seprti ini beroperasi  malam hari,” tegasnya. Data yang dihimpun  wartawan, sejak Januari-Juli 2010 di Kabupaten Alor  terjadi 35 kecelakaan lalulintas. Dari jumlah ini lima orang meninggal dunia, 14 orang luka.PIJAR-ON

January 14, 2010

ARJUNA “Goyang” Pemerintahan Alor

Filed under: POLKAM — pijarntt @ 15:12

Demonstrasi seolah tidak pernah lekang dari bumi nusa kenari. Barangkali ini sebagai pratanda kemajuan prinsip demokrasi di tanah ini. Sebab anak-anak yang dilahirkan dari rahim Nusa Kenari ini kian kritis menggugah dan mempertanyakan ikhwal kejanggalan-kejanggalan kinerja pemerintahan di daerah ini. SEJAK dinobatkan menjadi orang nomor satu dan dua di kabupaten Alor, pelbagai riak gelombang demonstrasi kerap mewarnai kiprah kepemimpinan pasangan ini. Goncangan ini datang dari rupa-rupa aliansi dan organisasi kemasyarakatan. Dan diawal tahun baru 2010, demonstrasi kembali mengguncang dan mencengangkan pasangan Drs. Simeon Th. Pally dan Drs. Jusran M. Tahir dari kursi kepemimpinannya memimpin kabupaten Alor untuk masa bakti 2009-2014. Kalangan DPRD Alor yang sedang bersidang membahas RPJMD Kabipaten Alor Tahun 2009-2014 “dipaksa” meladeni aksi sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jelata untuk Nusa Kenari (ARJUNA) menggelar aksi demonstrasi guna mengusung beberapa persoalan krusial yang dilancarkan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Alor pada Senin, (4/01/2010). Sejauh pantauan Alor Pos, kelompok pendemo yang dikoordinir Walter Datemoli, SE bergerak maju dari stadion mini Kalabahi menuju kantor Kejaksaan Negeri Kalabahi dan diteruskan hingga kantor Bupati dan DPRD kabupaten Alor. Barisan aliansi ini berjumlah kurang-lebih 10 orang dikawal pihak keamanan dari kepolisian resor Alor. Sepanjang perjalanan tersebut, pelbagai orasi tetap dilakukan sambil sesekali memperdengarkan kembali sesumbar janji manis Drs. Simeon Th. Pally sewaktu kampanye pemilihan Bupati dan wakil bupati di tahun 2008 silam. Janji Tally adalah janji untuk memberikan upah/gaji kepada ketua-ketua RW dan RT sebesar Rp. 750.000 tiap bulan dan kenaikan harga komoditi pertanian sekitar Rp. 25.000/Kg. Janji tersebut oleh ARJUNA dinilai sebagai sebuah kebohongan besar terhadap publik yang digencarkan Simeon Th. Pally. Pembohongan justru terjadi karena janji-janji tersebut tidak serta merta dimasukan ke dalam RPJMD kabupaten Alor periode 2009-2014. Dalam semangat perjuangan membela kepentingan rakyat, aliansi ini terus bergerak menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Alor. Persis pada saat inilah DPRD kabupaten Alor sedang melaksanakan rapat paripurna dalam rangka pembahasan dan penetapan rancangan peraturan daerah (perda) tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2009-2014. Aliansi ini meminta dan mendesak ketua DPRD kabupaten Alor, Dominggus Malaka, SH dan kelima pimpinan fraksi di dewan untuk keluar dari ruangan sidang guna berdialog dengan demonstran perihal penolakan terhadap RPJMD kabupaten Alor. Setelah kurang lebih 30 menit para demonstran berorasi di depan gedung utama DPRD, kelima pimpinan fraksi yakni Matias Lili, Kislon Obisuru, S.Sos, James Takalapeta, Hermanto Jahamouw dan Marten Maure, yang lalu diikuti ketua DPRD kabupaten Alor, Dominggus Malaka, SH akhirnya keluar dari ruangan sidang. Guna menanggapi dan mengakomodir pernyataan sikap ARJUNA, Malaka menyatakan bahwa rapat paripurna sedang menskors anggota dewan selama 15 menit untuk pembentukan panitia khusus (pansus) perumus hasil pembahasan ranperda tentang RPJMD kabupaten Alor tahun 2009-2014. Dewan tidak bisa bertemu ARJUNA untuk membahas pernyataan sikapnya karena masih harus dilanjutkan dengan sidang paripurna dewan untuk pembentukan pansus. Dewan bisa bertemu ARJUNA usai rapat pembentukan ini. Karena itu usai rapat paripurna pembentukan pansus ini, rapat khusus dengar pendapat dan pernyataan sikap antara ketua DPRD dan pimpinan Fraksi Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi Demokrat, Fraksi Gabungan Suara Rakyat, Fraksi Gabungan Alor Bersatu dan sejumlah anggota dewan dengan ARJUNA dilakukan di salah satu ruangan komisi. Ketua ARJUNA, Yohanis Lakamai bersama Viktor Sumaa sebagai sekretaris, dan Walter Datemoli, SE selaku koordinator demonstrasi mengajukan beberapa pernyataan sikap yang berintikan penolakan terhadap RPJMD kabupaten Alor tahun 2009-2014. Aliansi ini menilai bahwa pada prinsipnya RPJMD kabupaten Alor 2009-2014 telah lewat waktu dan tidak dapat dibahas lagi. Karena itu DPRD harus menyadari bahwa jangan melegalkan segala cara atas nama pembangunan dan mengatasnamakan rakyat. Rakyat Alor tidak menghendaki sebuah proses pembangunan yang diawali dengan hal-hal yang melanggar hukum. Bahwasanya keterlambatan RPJMD ini melanggar hukum, dan untuk itu DPRD harus memberikan pelajaran kepada bupati dan serentak menguji komitmen bupati yang selalu berkoar-koar tentang supremasi hukum. ARJUNA dihadapan ketua DPRD dan pimpinan fraksi lebih jauh mengungkapkan penemuan angka proyeksi pendapatan yang dinilai konyol. Angka proyeksi pendapatan dan belanja daerah yang diubah secara keseluruhan oleh Bappeda yang semula dapat membangkrutkan daerah ini dengan deficit Rp. 148.740.052.385,91 diubah menjadi surplus hingga Rp. 88 milyar lebih merupakan suatu tindakan konyol yang dilakukan pemerintah. Tindakan ini merupakan pembohongan publik karena sebelumnya tidak dibahas dalam musrembang. Perubahan angka-angka defisit maupun surplus dapat mempengaruhi proyeksi maupun target pembangunan yang dibuat pemerintah. Surplus yang direncanakan pemerintah tidak dilakukan melalui ekstensifikasi objek pajak dan retribusi. Karena tidak ada perubahan struktur pajak dan retribusi, maka tindakan ini merupakan tindakan memeras rakyat. Selanjutnya aliansi ini menilai bahwa ironisnya surplus yang direncanakan pemerintah tidak masuk dalam perhitungan APBD tahun selanjutnya dan yang justru lebih membahayakan adalah pembiayaan yang dibuat pemerintah dengan menggunakan pinjaman daerah, penjualan surat obligasi dan penjualan asset daerah. Dan ini merupakan upaya sistematis untuk menggadai daerah. Aliansi ini meminta DPRD untuk lebih jeli melihat pertumbuhan pembangunan ekonomi tahun-tahun sebelumnya. Sebab pada dasarnya sifat perencanaan dilakukan berdasarkan tren lima tahun sebelumnya. Ada beberapa kejanggalan yang dijumpai aliansi ini diantaranya pada buku DPA (Daftar Pelaksanaan Anggaran) Tahun 2009 di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah serta dokumen pelelangan. Pada buku DPA Tahun 2009 halaman II.36, tertulis volume bongkar muat komoditi dan kebutuhan pokok yang terlihat pada table 2.17, datanya kontraversi yakni tertulis pada table 2.17 adalah data angka melek huruf pada halaman II.15. Selain itu, pertumbuhan PDRB Alor berdasarkan harga konstan pada table II.35 halaman II.36 sangat kontraversi dengan angka pertumbuhan yang sebenarnya. Misalnya tahun 2003 terdapat 12.12. % dan tahun 2007 terdapat 8.89 %. Namun yang tercatat dalam buku PDRB Alor dalam angka 2003-2007. Ini seharusnya tercatat tahun 2004, 5.84%, tahun 2006, 5.12% dan tahun 2007, 5.89%. Selanjutnya pada bab IV menyangkut analisa lingkungan strategis oleh ARJUNA dinilai lebih dititikberatkan pada tinjauan global dan RPJP Nasional, RPJP propinsi NTT sementara RPJMD sama sekali tidak mengacu pada dari RPJPD kabupaten Alor berdasarkan Perda No.6 tahun 2009. Dan pada bab VI, muatan-muatan dalam strategi dan arah kebijakan sama sekali tidak mengakomodir muatam-muatan yang terdapat dalam visi-misi kepala daerah terpilih. Dengan ini keseluruhan agenda kebijakan keluar dari visi-misi kepala daerah termasuk keenam pola pendekatan yang digunakan untuk pelaksanaan program Trikrida tidak diakomodir dalam RPJMD. Dengan mencermati data yang diketengahkan itu, maka ARJUNA menilai bahwa kepala daerah terpilih telah melakukan sebuah tindakan pembohongan publik dan telah merugikan rakyat Alor. Karena itu mereka (ARJUNA) meminta kelima fraksi di lembaga dewan yang terhormat menentukan sikap tolak rancangan RPJMD untuk penyesuaian seperlunya terkait janji-janji politis bupati untuk menaikan harga komoditi kemiri, mengakomodir tunjangan bagi kepala desa, dusun dan RW/RT, serta insentif bagi guru dan tenaga medis. Menindaklanjuti pernyataan sikap aliansi tersebut dan serentak ikhtiar memediasi dialog yang tampak alot dan panas, Ketua DPRD kabupaten Alor, Markus D.Mallaka,SH mengakui bahwa dewan memang terlambat membahas RPJMD. Akan tetapi fungsi legislatif yakni legislasi dan pengalokasian anggaran harus tetap dijalankan. RAPBD akan tetap dibahas dewan. Segala masukan dan pernyataan sikap itu, kata Mallaka, akan menjadi perhatian dewan dalam pembahasan dan penetapan RPJMD nanti. Pada pihak lain, ketua fraksi PDIP yang juga Ketua Komisi B, Hermanto Djahamouw merasa kaget karena aliansi ini sudah mendapatkan buku DPA Tahun 2009. “Sudah banyak kali saya minta buku itu (DPA Tahun 2009) tapi tidak pernah diberi,”kata Jahamouw. Ia mengatakan bahwa sebagian besar pernyataan sikap ARJUNA sudah disampaikan pada rapat paripurna dewan. “Karena itu secara politik tidak perlu kuatir apalagi menekan dewan,”tegasnya. Kislon Obisuru, S.Sos selaku ketua fraksi Alor Bersatu dalam komentarnya mengatakan bahwa soal RPJMD sedang kami bahas. Dan pandangan terakhir putusan, akan kami mainkan!selain itu Marten Maure pun tampil mengemukakan pandangannya perihal momen klatur untuk “tidak diterima” dan “putus”. Dalam pemandangan umum terdapat dua hal itu. kalau tidak diterima, maka dinamakan penolakan tetapi kalau “putus”, maka ia ditolak untuk dikembalikan dan diperbaiki. Hal yang sama juga dikemukakan oleh fraksi-fraksi lainnya. Asal tahu saja, aktivis ARJUNA yang gencar berorasi antara lain, Dony M.Mooy,S.Pd, Lukas Atalo,SH, Viktor Sumaa,SE, Yahuda Lanma,SH, Walter Datemoly,SE dan Yohanis Lakamay,S.Sos. j Pijar/dedydhosa

Turis Jerman Tewas Tergantung di Alor Dive

Filed under: BERITA UTAMA — pijarntt @ 12:27

Sudah empat kali, turis atau wisatawan manca negara (Wisman) asal Jerman bernama lengkap Dietmar Haack (45) datang ke Kabupaten Alor. Dia sangat terpikat dengan pesona pariwisata dan budaya Nusa Kenari. Taman laut Alor nan indah selalu ingin dinikmati Dietmar Haack sehingga ia datang lagi ke daerah ini bersama istrinya Angke Haack, Minggu (10/1/2010) untuk diving di salah satu taman bawah laut Alor terindah di dunia ini.

PIMPINAN Alor Dive, Thomas Schreiber mengaku telah mengenal Dietmar Haack sejak lima tahun lalu.  “Ini kali ke empat dia (Dietmar) datang ke Alor. Sebelumnya tidak ada masalah, semuanaya baik-baik saja,”kata Thomas.

Tapi Selasa (12/1/2010) sekitar pukul 14.30, warga Kalabahi sangat dikejutkan dengan informasi yang merebak bahwa seorang turis ditemukan sudah tewas tergantung pada salah satu pintu kamar di Kantor Alor Dive, kawasan Jembatan Hitam-Kalabahi. Ratusan warga Kalabahi dan sekitarnya pun menyerbu markas Alor Dive untuk kenyaksikan peristiwa itu.

Pantauan Alor Pos di TKP, Ditemar Haack, pria berpostur 172 Cm, kulit putih, rambut hitam dan mata coklat itu tergantung tanpa nyawa pada regel (kayu palang atas) salah satu kamar Kantor Alor Dive. Terdapat sebuah kursi tak jauh dari letak korban tergantung. Jarak ujung kaki korban dengan lantai hanya kurang lebih 4 Cm dan jarak kepala korban dengan kayu palang pintu bagian atas hanya sekitar 20 Cm sehingga masih bisa dijangkau tangan korban jika masih mau menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun media ini di TKP (tempat kejadian perkara) meyebutkan bahwa salah satu warga setempat bernama Lasarus yang pertama kali melihat korban tergantung di pintu kamar. Saat Lasarus melintas di depan rumah Kantor Alor Dive yang juga tempat tinggal Thomas Schreiber, katanya pintu depan dalam keadaan terbuka, dan tanpa sengaja dia melihat ke dalam rumah itu. Pandangannya membentur sesosok tubuh yang tergantung di pintu kamar di dalam rumah, maka Lasarus menginformasikan apa yang dilihatnya kepada salah satu anggota Polres Alor yang kebetulan in the cost pada rumah yang letaknya di bagian barat Kantor Alor Dive.

Anggota polisi itu mengaku datang untuk melihat apa yang diinformasikan Lasarus. “Saat saya lihat dari luar melalui pintu depan, saya kira boneka yang tergantung karena tubuh korban putih,”ujar anggota polisi dimaksud. Saat ditemukan tewas tergantung, korban mengenakan baju kaos lengan pendek warna putih bertulisan di bagian punggung, dipadu celana blue jeans pendek.

Setelah memastikan bahwa yang tergantung itu manusia seorang Wisman, maka anggota polisi tadi menutup pintu depan rumah untuk mengamankan TKP lalu menghubungi teman-temannya di markas Polres Alor. Sejurus kemudian anggota Polres Alor tiba dan langsung memasang police line (garis polisi) dan mengolah TKP.

Istri korban, Angke Saack nampak shock berat. Tubuhnya terguncang, air mata menetes, menerawang jauh ke negerinya. Ia coba menghubungi sahabat dan kerabatnya melalui telepon seluler. Sementara itu, setelah mengolah TKP, polisi membawa jasad korban dengan mobil ambulance ke kamar mayat RSUD Kalabahi untuk dilakukan pemeriksaan secara medis. Kabarnya outopsi di leher korban dilakukan petugas medis RSUD Kalabahi, namun hingga berita ini naik cetak, aparat Polres Alor  belum bisa dikonfirmasi mengenai penyebab pasti kematian korban, apakah gantung diri, atau ada tindak kekerasan lainnya sebelum korban digantung.

Direktur RSUD Kalabahi, dr.Ketut Indranaya mengatakan bahwa tanda-tanda fisik orang meninggal bunuh diri itu keluar kotoran dari dubur serta keluarnya sperma dari kemaluan korban. Namun hingga berita ini naik cetak belum diperoleh kepastian apakah ada tanda-tanda sebagaimana dikatakan Ketut. Pantauan Alor Pos, saat korban ditemukan, nampak ada air liur meleleh dari mulut dan hidung.

Kuat dugaan saat itu, bahwa korban tewas bunuh diri. Bahkan Thomas Schreiber dari Alor Dive mengatakan bahwa korban mungkin depresi sehingga bunuh diri dengan cara menggantung diri. Namun, Thomas yang dikonfirmasi wartawan markas Polres Alor, Selasa (12/1/2010) malam  mengatakan, sejak tiba, korban dan istrinya sehat-sehat saja. Minggu (10/1/2009) malam, korban dan istrinya tidur di kediaman Thomas yang juga kantor Alor Dive. Senin (11/1/2010) malam, kata Thomas, korban dan istrinya menginap di Panti Asuhan Damian bersama Gisela Browka alias “mama putih”.

Selasa (12/1/2010) pagi sekitar pukul 7.00 Wita, kata Thomas, korban datang ke Alor Dive. Istri korban masih di Pantia Asuhan Damian. Setelah minum kopi, mereka (Thomas dan korban) bersama-sama dengan seorang tamu Wisman lainnya asal Swedia yang baru tiba  dengan pesawat dari Kupang ke Hotel Nurfitra di Pantai Beldang. Di Hotel Nurfitrah, lanjut Thomas, korban ikut mempelajari titik-titik diving di taman laut Alor dari video yang yang diputar pada DVD restaurant Hotel Nurfitra.  Soalnya Dietmar (korban) hendak diving bersama istrinya. Setelah itu Thomas dan korban kembali ke Alor Dive.

“Kami kembali ke rumah (Alor Dive) sekitar jam setengah satu (23.30 Wita) siang tetapi saya rasa mengantuk sehingga saya tidur. Anak saya Cavin juga tidur. Saya juga bilang ke Dietmar (korban) kalau mau tidur, tutup pintu depan, tetapi dia bilang masih mau baca-baca. Saat saya mau tidur, saya lihat di masih baca kamus di meja,”kata Thomas.

Saat Thomas dan anaknya Cavin tidur siang itu, diduga Dietmar menggantung diri. calvin yang bangun tidur lebih awal, membangunkan ayahnya Thomas dan mengatakan om tidur itu ada tergantung. Thomas mengaku saat bangun, sudah ada anggota polisi yang tiba di rumah itu.

Thomas mengatakan tak tahu persis penyebab tamunya itu tewas tergantung di pintu kamar rumahnya. Ditanya bahwa ada pihak yang menduga jangan sampai tamunya itu punya masalah seperti kehabisan uang, Thomas menegaskan bahwa korban punya uang cukup, bahkan akan memberikan sumbangan ke Panti Asuhan Damian. Soal visa tinggal di Indonesia , jelas Thomas, masih punya waktu hingga 16 Februari 2010. Mengenai profesi korban di Jerman, Thomas mengatakan bahwa korban adalah seorang mekanik di perusahaan.

Asal tahu saja, korban adalah warga Kota Lutherstadt Wittenberg-Jerman. Ia masuk ke Indonesia dengan Passport Nomor: 504288919 yang dikeluarkan di pejabat Duta Besar RI di Berlin-Jerman, Rindang Napitupulu tanggal 18 November 2009 dan berlaku hingga 16 Februari 2010.

Semula korban akan dikebumikan di Panti Asuhan Damian, tetapi menurut “Mama Putih”, istri korban membawa Jasad suaminya ke Bali , Rabu (13/1/2010)lalu. Sudah pasti kematian Dietmar ini diperhatikan pula pemerintah Indonesia dan Keduataan Besar Jerman di Indonesia.  j PIJAR/liki

Yayasan Mandala Jakarta-Yaswari Gelar Workshop Demi Mutu Pendidikan di Alor

Filed under: EKSOSBIS — pijarntt @ 04:52

Di tengah sistem pendidikan nasional Indonesia yang kerap berubah-ubah setiap pergantian kepemimpinan baru, kerinduan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan menjadi target banyak orang yang mesti diperjuangkan. Hal yang sama dilakukan juga oleh Yayasan Swastisari Kabupaten Alor.

DEMI mendongkrak kualitas pendidikan, Yayasan Swastisari (Yaswari) Kabupaten Alor menggandeng Yayasan Mandala Group Jakarta mengadakan workshop bagi kepala sekolah dan guru-guru matematika serta guru-guru bahasa inggris tingkat SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Alor pada Senin, 4/1/2010 di aula SMA St. Yosep Kalabahi.

Workshop ini yang sedianya dimulai pada pukul 08:00 wita terpaksa molor hingga kurang lebih pukul 12:00 wita lantaran menanti kehadiran para instruktur dari Yayasan Mandala Group-Jakarta. Yayasan ini memiliki sekolah unggulan tingkat nasional karena bebrhasil menempati peringkat tiga nasional saat  ujian nasional Tahun Ajaran 2008/2009 lalu dan masuk dalalam akreditas kualifikasi A.

Ketua Yaswari Alor, Rm.Krispinus Saku,Pr dalam sebuah diskusi dengan Alor Pos pekan lalu mengatakan kegiatan Workshop ini atas kepedulian Yayasan Mandala Jakarta yang mesponsori seluruh kegiatan. Tujuan workshop, kata Rm.Kris demi ikut mendongkrak mutu pendidikan di daerah ini.

Asal tahu saja, rangkaian kegiatan workshop tersebut dibuka Wakil Bupati Alor, Drs.H.Jusran M. Tahir. Tampak hadir dalam acara ini Kepala Bidang Pendidikan Sekolah pada Dinas Pendidikan kabupaten Alor, Drs. Wahid Kiko, Ketua Yayasan Persekolahan Swastisari, Rm. Krispinus Saku, Pr, para kepala sekolah, guru-guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris peserta workshop sekabupaten Alor.

Wabup dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor sangat memberikan apresiasi kepada Yaswari  dan Mandala Group yang mempunyai kepedulian terhadap mutu pendidikan di daerah ini melalui kegiatan workshop. Ia lebih jauh mengharapkan kiranya kegiatan pelatihan ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya agar bisa bermanfaat bagi para peserta terutama bagi masa depan pendidikan di kabupaten Alor.

Sekretaris panitia penyelenggara workshop, Klemens Koli, S.Pd ketika dikonfirmasi Alor Pos di kediamannya, jln. Melati, no. 5, kelurahan Kalabahi Kota, kecamatan Teluk Mutiara menyatakan bahwa workshop bagi kepala sekolah dan guru matematika serta Bahasa Inggris ini berlangsung selama tiga hari yang terhitung sejak Senin, (4/1/2010) hingga Rabu, (6/1/2010). Selama workshop ini, jelas Koli, ada rupa-rupa kegiatan yang dirancang yakni test kepada para siswa, analisis hasil test. Berdasarkan hasil analisis tersebut akan diadakan pemetaan kemampuan siswa. Selanjutnya akan dirancangkan program pembelajaran akademik, penyusunan kriteria ketuntasan minimal, penyusunan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran), penyusunan soal-soal dengan mengacu kepada Ujian Negara (UN) dan praktek pengajaran matematika.

Ketika ditanya apa sasaran akhir atau tujuan yang dapat ditimba dari momen workshop ini, Koli menjelaskan bahwa kegiatan ini bersentuhan langsung dengan para pengelola sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan guru-guru mata pelajaran. Karena itu ia meyakini bahwa terselenggaranya kegiatan ini tentu kiranya mampu membekali para kepala sekolah dengan sejumlah pengetahuan manajemen sekolah yang mengarah kepada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan mutu berbasis sekolah. Dan untuk para guru matematika dan  bahasa inggris, ia pun mengungkapkan bahwa workshop dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola dan mendesain metode pembelajaran secara baik dan tuntas. Desain ini baginya bermula dari menyusun RPP, evaluasi dan penilaian hasil test, menganalisis hasil test, membuat pengayaan dan remedial. Pada gilirannya, jelas Koli, seluruh kemasan rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada peningkatan profesionalisme guru. PIJAR- dedy-Liki-AP

January 13, 2010

Masyarakat Hulani Bangun Jalan Secara Swadaya

Filed under: Uncategorized — pijarntt @ 03:51

Kalabahi -Ini prilaku yang pantas diteladani desa/kelurahan lain yang ada di Kabupaten Alor. Secara swadaya, masyarakat Desa Hulani Kecamatan Alor Barat Laut secara swadaya membangun jalan seluas 3 KM. Ruas jalan yang dibangun itu menghubungkan Ibukota Desa Hulnani dengan Dusun II Manggali yang merupakan daerah kantong komoditas rakyat di wilayah itu. 

Kepala Desa Hulnani Ahmad Kawule kepada Ombay News di Kalabahi pekan silam mengaku selain membangun jalan secara swadaya sepanjang 2 KM selama seminggu dari tanggal  2 Desember 2009, masyarakat Desa Hulanni huga secara swadaya menanam anakan cengke  diatas lahan usaha tani seluas 2 Ha di wilayah pemerintahan RT 08 Dusun II Manggali dengan jarak tanam  5X5
Orang Nomor satu di desa Hulnani yang saat itu didampingi PPL wilayah itu menambahkan penanaman anakan cengke ini dimaksudkan untuk mencegah prilaku petani yang bergantung pada kebiasaan bercocok tanam dengan metode ladang berpindah.   Sedangkan alasan membangun jalan yang menhubungkan Hulnani dengan Manggali itu lebih disebabkan karena Manggali yang merupakan daerah kantong hasil komoditas rakyat di wilayah itu selama ini belum ada ruas jalan yang memadai. Dua kegiatan ini diikuti seluruh warga desa Hulnani melalui 10 kelompok tani yang juga dihadiri  Camat Alor Barat Laut, Sekwilcam, PPL, Kades Lawalu, Kades Oamate dan Kades Tuan Rumah Desa Hulnani, mereka diterima secara adat di lokasi kegiatan oleh masyarakat setempat.  Setelah dilakukan penanaman dan pembukaan jalan dilakukan dialog antara warga desa Hulnani dengan Camat dan sejumlah pejabat yang hadir.
Kawule mengaku tidak pernah merasa lelah bersama Warga Masyarakat yang dipimpinnya karena yang dijunjung masyarakat di desa yang diarsiteknya itu adalah  tradisi gotong royong yang sudah membudaya sejak turun temurun.
Kawule yang sudah dipercayakan memimpin Hulnani dari tahun 2001 ini menambahkan bahwa seiring dengan Program Pemeritan Kabupaten Alor TRI KRIDA dapat memotovasinya  bersama masyarakat untuk melangkah maju membangun kampung halaman- Hulnani tercinta. Wujudnya demikian Kawule dalam limit waktu tujuh hari kerja yaitu dari tanggal  Desember 2009  telah diadakan kegiatan pembukaan jalan baru ke kantong-kantong produksi hasil pertanian dari Hulnani ke Manggali sepanjang 3 KM secara swadaya murni. Dimana hari kegiatan terakhir telah diisi dengan penanaman anakan cengkeh secara masal sebanyak 1200 pohon dijadikan sebagai lahan percontohan.
Dia menambahkan  kegiatan penanaman ini, merupakan penjabaran dari program nasional yang dicanangkan Menteri Kehutanan RI melalui semangat  One Man One Tree yang jika diterjemahkan dalam bahawas Hulnani Name Nu-Ajel No.
Kades Hulnani berharap  agar kegiatan menanam dan pembukaan jalan secara swadaya ini mendapatklan dukungan dari pemerintah kabupaten untuk meningkatkan status jalan yang dibuka secara swadaya ini melalui pengerasan di tahun mendatang.  Kepala Desa Hulnani dan  Kepala Desa Oa-Mata demikian Kawule sudah memiliki komitmen untuk membangun ruas jalan yang menghubungkan Desa Hulnani dan Desa Oa Mate.  “Mudah-mudahan Bapak Bupati Alor Drs.  Simeon Th. Pally dapat menindak lanjuti pembukaan Jalan Desa yang sudah dibuka oleh masyarakat. Karena jalan ini dimanfaatkan untuk mengakses hasil produksi masyarakat petani (Kemiri, pinang dan cengkeh),” katanya penuh harap.  Dua kepala Desa di wilayah Kecamatan Alor Barat Laut ini bahkan sudah mengagendakan waktu untuk bertemu  Bupari Alor Drs Simeon Th. Pally untuk meminta kesediaan orang nomor satu di daerah ini  peresmikan ruas jalan yang telah dibangun secara swadaya sekaligus melihat langsung  hasil-hasil pertanian di Hulnani (Manggali).
Sedangkan Camat Alor Barat Laut Ade Dharma Massa, S.Sos pada kesempatan itu mengatakan bahwa Kepala Desa Hulnani dan masyarakat  begitu serius menjunjung tinggi tradisi gotong-royong yang diwariskan para leluhur di daerah ini. Ade Dharma berjanji  secara terus menerus  hadir bersama masyarakat dalam kegiatan apapun yang di kerjakan secara gotong-royong. Dalam kaitannya dengan pembukaan jalan baru secara swadaya, Ade Dharma  sangat mendukung dan meminta dukungan masyarakat Hulnani untuk membuka ruas jalan di Kawasan Rekreasi pegunungan, karena dari gunung Manggali kita bisa melihat pemandangan ke laut pesisir Kecamatan Abal bahkan ke seberang Pulau Pantar, Pura, Ternate, Tereweng dan Pulau Buaya. Ade Dharma mengharapkan agar masyarakat dapat menanam pohon atau   tanaman keras dan tanaman komoditi dan berjanji akan melakukan penilaian terhadap jumlah tanaman warga masyarakat di Desa Hulnani, siapa yang menanam paling banyak akan diberi hadiah khusus. PIJAR-Moris -ON

Jurnalis Alor Lakukan Penghijauan dan Konservasi Lingkungan

Filed under: EKSOSBIS — pijarntt @ 03:45

Kalabahi-  Tanam dan pelihara sampai besar.  Hanya dengan menanam, sumber mata air, ekosistem lingkungan seperti flora dan fauna khas Alor yang mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dapat terpelihara dengan baik.

Ini pesan moral yang disampaikan Bupati Alor Drs. Simeon Pally ketika mencanangkan pelaksanaan pekan penghijauan konservasi alam nasional (PPKAN) Tingkat Kabupaten Alor, Kamis,(10/12) yang dipusatkan di Desa Otvai Kecamatan Alor Barat Laut.
Menurut Bupati Alor, dalam dekade terakhir ini, isu lingkungan bukan saja menjadi isu regional tetapi telah menjadi isu global yang berdampak pada masalah-masalah kekurangan pangan yang sering melanda kehidupan manusia perlu kita sikapi bersama. Dikatakannya, bumi, air dan ruang angkasa adalah merupakan Anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya, tetapi oleh karena kecerobohan dan keserakahan umat manusia maka segala ciptaan Tuhan yang ada di muka bumi dieksploitasi dengan tidak memperhatikan kelangsungan ekosistem lingkungan.

Isu dunia yang paling menonjol saat ini adalah pemanasan global sehingga negara-negara maju maju termasuk Indonesia sangat memperhatikan pentingnya kelestaian lingkungan dengan berbagai upaya antara lain dengan ditetapkannya Hari Penanaman Nasional oleh Presidenpada setiap tanggal 28 November, dimana hari ini kita menanam tanaman konservasi guna pelestariannya, katanya.
Dalam pandangannya demikian Pally persoalan utama lingkungan hidup di daerah ini adalah perladangan berpindah-pindah dengan system tebas-bakar sehingga lahan kritis tiap tahunnya terus bertambah. Masalah lainnya antara,  laju pertambahan penduduk baik melalui kelahiran, urbanisasi, pembangunan infrastuktur dengan tidak berpedoman pada tata ruang, perambahan hutan  serta berbagai kegiatan lainnya yang tidak memperhatikan kelangsungan ekosistem lingkungan.
Akibatnya terang Pally  yang dirasakan saat ini adalah menurunnnya daya dukung lahan, gagal panen yang mengakibatkan erosi, banjir, dan longsor serta hilangnya sumber-sumber keanekaragaman hayati lokal serta menurunnya pendapatan masyarakat setempat. Sehingga kondisi sumber daya alam dan lahan di Kabupaten Alor saat ini mengalami degradasi yang sangat signifikan baik di darat maupun di pesisir dan laut sebagai akibat pemanfaatannya secara tidak bertanggung jawab dan tidak seimbang. Sudah saatnya harus kita pulihkan, tandas Pally.

Dijelaskannya,  penanganan untuk pemulihan terhadap kerusakan yang terjadi merupakan tanggung jawab kita bersama terutama masyarakat sebagai pelaku dan penikmat sumber daya alam. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dimana pelibatan masyarakat niscaya akan dapat merumuskan persoalan secara tepat, mendapatkan informasi tentang suatu kegiatan pembangunan secara benar,merumuskan akternatif penyelesaian masalah yang dapat diterima secara sosial serta membentuk rasa memiliki terhadap rencana dan penyelesaian program sehingga memudahkan dalam pelaksanaannya.

Kegiatan konservasi dan rehabilitasi lahan kritis di daerah ini jelas Pally merupakan kegiatan jangka panjang yang tidak mudah dilakukan bila sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah. Keterbatasan sumber daya manusia sangat mempengaruhi keberhasilan upaya tersebut sehingga perlu dilakukan berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya yang sangat mendasar adalah keterlibatan masyarakat.

Diakuinya penghijauan  konservasi alam nasioanal (PPKAN) merupakan salah satu pendekatan yang didasarkan pada uapaya mendorong sebesar-besarnya keterlibatan masyarakat sehingga pada gilirannya akan tumbuh motivasi, kreasi, tanggung jawab dan kemampuan swadaya masyarakat sesuai dengan kearifan lokal  menuju kesadaran pentingnya fungsi lingkungan hidup terutama ruang terbuka hijau.

Tingkat peran aktif masyarakat berkaitan erat dengan keberadaan, kemampuan dan kualitas organisasi sosial dan organisasi masyarakat serta tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang lingkungan karena kehidupan umat manusia sangat tergantung kepada lingkungan.
Untuk itu pemerintah daerah tambah Pally telah mengupayakan keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti organisasi keagaamaan, adat, pemuda, wanita, pramuka dan pelajar baik formal maupun informal yang berada di kelurahan dan desa juga dunia usaha, dengan terbentuknya kelompok pemuda Cinta Lingkungan dan Kelompok  Perguruan Tinggi, dengan pola-pola yang telah dilakukan melalui pelatihan, pendidikan serta pemberian penghargaan, rangsangan dan dorongan kepada masyarakat maupun kelompok untuk terus berupaya melakukan rehabilitasi lahan guna pemulihan ekosistem lingkungan sehingga tercipta keseimbangan ekologis yang dapat mengatasi dampak perubahan iklim dan mengurangi bencana lingkungan.

Untuk mengatasi permasalahan ligkungan, orang nomor satu di kabupaten ini mengaku  sejak  2003 hingga kini, pemerintah  telah memberikan bantuan anakan kepada masyarakat yang tersebar di 17 kecamatan untuk melaksanakan kegiatan gerakan penghijauan pada lahan kritis sehingga dapat terpulihkan dan tidak lagi terjadi bencana lingkungan yang merusak infrastruktur maupun suprastruktur dalam masyarakat serta menghindari kerugian materil maupun korban jiwa.
Pally menghimbau kepada  kepada seluruh pimpinan SKPD, tokoh masyarakat, agama, pemuda, adat, perempuan, dunia usaha, LSM, pelajar, pendidik, kelompok pencinta lingkungan agar  dengan hati terbuka mau menjadikan dirinya sebagai motivator, penggerak, contoh dalam kepedulian dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan, dengan cara tepat dan tegas mau menangani masalah-masalah lingkungan yang terjadi. Ini yang menginspirasi Bupati Alor mengumandangkan pesan moran bernada ajakan untuk tanam, pelihara  sampai berhasil.  Upaya semua pihak  menyelamatkan flora dan fauna demikian Pally adalah merupakan upaya yang sangat mulia karena telah mewariskan bumi  yang penuh mata air yang akan membawa kemakmuran kepada generasi mendatang bukan sebaliknya mewariskan air mata penderitaan kepada anak cucu anda sebagai generasi penerus.
Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup daerah (BLHD) Drs. N. St. Turwewi mengatakan untuk membina relasi sosial yang mesra dengan sesama manusia, harus dirintis  dari gerakan mengembalikan kemurnian, kesucian dan keindahan alam selaku perahu tempat kita menumpang dalam kehidupan yang fana ini. Mengembalikan kemurnian alam lingkungan sebagai firdausnya kehidupan, kata Turwewi, adalah satu impian kosong jika komitmen masyarakat hanya muncul dalam bentuk irama kalimat tanpa dihayati dalam tindakan nyata.

Menurut Turwewi, penghijauan alam lingkungan yang berbasis masyarakat membutuhkan gerakan nyata yang muncul dalam tanda-tanda kesadaran bahwa alam lingkungan dengan manusia merupakan sub sistem yang membentuk hubungan yang saling menguntungkan. ”Alam hanya dapat berfungsi sebagai rahim yang mengandung berkat melimpah bagi manusia jika manusia tidak pernah melupakan tindakan menjaga keindahan alam itu,” jelas Turwewi.  Berdasarkan Undang-undang Kehutanan No. 14 Tahun 1999 jelas Turwewi, luas kawasan hutan suatu wilayah harus dipertahankan minimal 30 % dari luas Daerah Aliran Sungai atau Pulau. Sebaran Kawasan Hutan di Kabupaten Alor demikian Turwewi telah di tetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Nusa Tenggara Timur No. 64 Tahun 1996 tentang penetapan padu serasi rencana tata ruang wilayah propinsi dan tata guna hutan kesepakatan dengan luas kawasan hutan adalah 103,818,90 Ha atau 36,24 %. Dari luas wilayah daratan dengan peruntukan  kawasan hutan lindung seluas 52.413,95 Ha, kawasan hutan produksi terbatas seluas 19.793,83 Ha, kawasan hutan produksi tetap  2.860,07 Ha dan kawasan konservasi seluas 8.757,05 Ha (Taman Wisata Alam dan Taman Baru). Menurut Turwewi  kondisi penutupan lahan yang berhutan lebat hanya sekitar 12% dan sisanya adalah padang rumput, semak belukar, tanah kosong dan hutan rawa dengan luas lahan kritis 116.195 Ha yaitu terdapat dalam kawasan hutan 48.050 Ha dan luas kawasan hutan 68.145 Ha.
Karena itu titik berat pelaksanaan PPKAN adalah partisipasi masyarakat untuk mempercepat pemulihan lahan kritis diluar kawasan hutan melalui pemberian motivasi kepada masyarakat luas, termasuk dunia usaha sehingga secara bertahap kelestarian lingkungan hidup dalam rangka pembangunan berkelanjutan, katanya. 

Turwewi mengaku, 27.832 anakan yang ditanam dalam pencanangan program ini, jenis anakannya antara lain  sukun cilacap, mangga alor, pinang, jambu mente dan Mahoni. Itu berarti, dalam tahun 2009 ini  lewat kegiatan PPKAN dan GPBM, jumlah anakan yang telah di tanam dan akan di tanam hingga 20 Desember 2009 sebanyak 46.078 pohon. PIJAR-Moris-Otek-ON

January 11, 2010

Petani di Alor Diberi Bibit Jagung Rusak

Filed under: BERITA UTAMA — pijarntt @ 04:30

KALABAHI, -Bibit jagung komposit bantuan Pemerintah Propinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Alor yang dibagikan kepada Kelompok Tani/KT Tunas Mekar, di wilayah Mebung, Desa Alimebung, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor merupakan bantuan bibit jagung yang rusak. Buktinya bibit jagung tersebut ditanam petani di wilayah itu sejak akhir November 2009 hingga saat ini tidak tumbuh.

Ketua KT Tunas Mekar, Lazarus Yupukolo, ditemui Pos Kupang, di kediamannya di Mebung, belum lama ini mengatakan, ia bersama petani di wilayah itu kecewa terkait bantuan bibit jagung komposit dari pemerintah  karena bibit jagung yang didrop petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Alor adalah bibit jagung rusak. Buktinya, bibit jagung itu setelah ditanam akhir bulan November 2009 lalu hingga saat ini tidak pernah tumbuh.

Menurut Yupukolo, bibit jagung bantuan di droping petugas kepada KT Tunas Mekar pada bulan November sebanyak 800 kg atau sekitar 16 karung plastik putih untuk pengembangan jagung di lahan kebun seluas 20 hektar. Bibit jagung itu, jelas Yupukolo, langsung dibagikan kepada anggota 20 orang anggota kelompok tani dan mereka langsung tanam jagung itu diatas lahan   3 ha.

“Tapi bibit jagung bantuan itu tidak tumbuh setelah ditanam. Saya amati kondisi bibit jagung itu telah dalam keadaan rusak. Sebab ketika didroping mata  biji jagung (lembaganya) telah berwarna hitam. Kondisi ini bagi kami di kampung berarti jagung tersebut sudah rusak. Mungkin bisa saja karena jagung lama, atau jagung masih muda lalu dibuat jadi bibit agar di timbang berat, atau bisa saja jagung tersebut tidak dijemur,” tandas Yupukolo.

Akibat jagung tidak tumbuh, Yupukolo mengatakan, dirinya mendapat protes dari anggota kelompok tani sebab petani  kecewa karena sudah mempersiapkan kebun secara baik kemudian tanam jagung dengan mengeluarkan energi lalu hasilnya tidak ada atau tidak tumbuh.

“Untung bibit jagung baru dibagikan kepada 20 petani,. Banyak petani lainnya belum dibagikan. Jika tidak saya bisa jadi bulan-bulanan kemarahan petani,” kata Yupukolo.

Dia mengaku bantuan bibit jagung rusak bantuan Pemprop NTT tersebut sudah dilihat langsung petugas dari Dinas Pertanian Propinsi NTT, dan dari Dinas Pertanian di Kabupaten Alor. “Petugas dari propinsi datang dan setelah diamati kondisi memang rusak. Petugas itu menawarkan lagi untuk menggantikan  bibit jagung yang rusak itu tapi saat itu saya menolak sebab kalau di kirimpun bibit jagung itu mau di apakan sebab sudah melewati masa tanam,” jelasnya.

Mengatasi persoalan bibit yang tidak tumbuh itu, saat ini petani tengah melakukan penyulaman untuk menggantikan  jagung yang tidak tumbuh menggunakan bibit lokal yang selama ini disimpan petani. “Jagung dengan bibit lokal yang ditanam sudah mulai hidup. Ada yang sudah tumbuh daun,” tandasnya.

Ia minta jika tahun berikutnya ada bantuan bibit maka sebaiknya pemerintah membeli langsung bibit di petani lalu membaginya. “Daripada datangkan dari luar ternyata bibit jagung rusak. Kita  daerah jagung lalu mengapa jagung lokal milik kita tidak dipakai untuk bibit tapi harus ambil dari daerah lain,” tambahnya

Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di UPT Badan Ketahanan Pangan  yang bertugas di Kecamatan Alor Tengah Utara, Ponsiano Korea, S.SPt (39) mengatakan, bibit jagung bantuan yang di tanam petani tapi tidak tumbuh baru diketahuinya setelah petani mengeluh kepadanya persoalan itu. Korea ditemui di kebun petani di wilayah Mebung,  mengatakan, keluhan petani ini juga disampaikan kepada Kepala UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Alor Tengah Utara/ATU, kemudian diteruskan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Alor.

Menurut Korea, PPL maupun Kepala UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan ATU tidak mengetahui ada bantuan bibit jagung itu sebab pendropingan dilakukan langsung kepada petani oleh petugas dari kabupaten.

“Sebagai PPL setelah saya lihat kondisi jagung tidak tumbuh, maka saya arahkan petani segera melakukan penyulaman dengan bibit yang mereka miliki. Hal ini sudah dilakukan dan jagung mulai tumbuh,”ungkap Korea.

Ia berharap ke depan bila ada bibit jagung bantuan seperti itu, sebaiknya ada koordinasi sehingga bibit yang diberikan kepada masyarakat adalah bibit yang baik dan unggul.
“Biasanya ada tim seleksi bibit sebelum dibagikan kepada masyarakat. Seharusnya bibit seperti itu sudah harus dilihat sejak awal,” tandas Korea. PIJAR-(oma-PK)

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.