Kalabahi -Jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke seluruh wilayah Kabupaten Alor mengalami peningkatan. Ini dibuktikan dengan hunian di kamar hotel tercatat jumlah wisatawan yang menginap bertambah setiap tahun.
Tidak semua wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Alor menginap di Hotel yang ada, mereka lebih memilih untuk menginap di Kapal yang mereka tumpangi sebagai sarana transportasi. Ada juga sistem registrasi hotel yang kurang rapi sehingga data pengunjung tidak semuanya tercatat dengan baik. Meski demikian, yang sempat tercatat di penginapan menunjukan locatan peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Alor, begitu salah satu isi RIPPDA di BAB IV yang mengulas tentang Pasar Wisatawan di Kabupaten Alor.
Dalam bagian itu kemudian dijelaskan bahwa jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Alor masih didominasi oleh wisatawan Nusantara. Hal ini dapat dilihat dari data kunjungan wisatawan di Kabupaten Alor dari tahun 2005 sampai dengan 2009 terdapat perbandingan 10 wisnus berbanding 1 wisman.
Pada tahun 2006 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Alor menurun 6,08% dari jumlah wisatawan mancanegara tahun 2005 yakni 493 orang. Namun jumlah wisatawan mancanegara mengalami peningkatan yang sangat siginifikan di tahun 2007 yakni 550 orang atau meningkat 18,79%, tahun 2008 meningkat 15,27% dan terjadi peningkatan yang sangat besar yakni 76,65% atau 1.120 wisman pada tahun 2009.
Sedangkan wisatawan nusantara pada tahun 2005 berjumlah 4.893 orang dan pada tahun 2006 meningkat 13,42 % dengan jumlah 5.550 orang. Pada tahun 2007 jumlah wisnus yang ke Alor menurun 37,29% atau 3.480 orang. Penurunan ini tidak terjadi lagi karena pada tahun 2008 jumlah wisatawan nusantara menjadi 7.629 orang atau meningkat 119,22%. Selanjutnya pada tahun 2009 jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Alor berjumlah 9.375 atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 22,88%.
Wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Alor sejak tahun 2005–2009 dengan Kapal Pesiar berjumlah 1.185 dengan intensitas kunjungan kapal pesiar sebanyak 3 Kali. Berdasarkan data yang ada, setiap tahun kapal pesiar singgah di Pelabuhan Kalabahi sebanyak 1 kali.
Kapal Pesiar yang biasa dipergunakan oleh para wisatawan mancanegara adalah kapal pesiar yang melakukan tour dan Alor ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Kapal pesiar tersebut biasanya membawa wisatawan mancanegara dengan jumlah yang cukup banyak yakni 250 hingga 500 orang. Biasanya kapal pesiar tersebut singgah di Pelabuhan Kalabahi dan menurunkan penumpangnya (wisatawan mancanegara) lalu mereka melakukan perjalanan ke daerah wisata yang dituju. Kapal pesiar tersebut kemudian akan berangkat kembali setelah para wisatawan selesai melakukan kunjungan wisata. Berikut adalah tabel yang menyajikan data wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Alor dengan Kapal Pesiar dari tahun 2007 – 2009.
Jumlah wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Alor dengan Kapal Pesiar cukup fluktuatif dari tahun 2007 sampai tahun 2009. Pada tahun 2007 jumlah wisatawan mancanegara adalah 390 orang dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 430 orang atau 10,25%. Kondisi ini berbeda dengan tahun 2009 dimana jumlah mancanegara berkurang dari tahun sebelumnya menjadi 365 orang atau menurun 15,11%. Salah satu alasan penurunan jumlah kunjungan pada tahun 2009 adalah karena tidak dilaksanakannya kegiatan Expo Alor yang juga merupakan target kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Pemerintah Kabupaten Alor Sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2008 mengadakan kegiatan EXPO Alor dimana kegiatan ini dipadukan dengan jadwal kunjungan wisata oleh wisatawan mancanegara. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sehingga menarik kunjungan mancanegara untuk datang ke Kabupaten Alor dengan Perahu Layar secara rombongan dalam bingkai Sail Indonesia.
Kegiatan Expo Alor yang diadakan setiap tahunnya dalam kurun waktu diatas diadakan selama kurang lebih 10 hari pada awal Agustus. Para wisatawan yang hadir pada acara Expo Alor tidak semuanya adalah peserta Sail Indonesia. Ada wisatawan mancanegara lainnya yang datang secara khusus untuk menyaksikan kemeriahan kegiatan Expo yang dipadukan dengan kegiatan parade budaya. Rata-rata peserta Sail berada di Kalabahi selama 3–4 hari setelah mereka berkunjung ke daerah tujuan wisata dan menyaksikan Expo Alor. Biasanya semua peserta menginap langsung di Perahu Layar yang berlabuh dengan tenang di Teluk Dulionong–Kalabahi karena keadaan laut di teluk yang aman dan nyaman untuk berlabuh.
Jumlah mancanegara yang berkunjung ke Alor selama kurun waktu tahun 2005 sampai dengan 2009 adalah 674 orang dengan jumlah perahu layar yang merapat di Pelabuhan Kalabahi sebanyak 264 Unit. Perahu Layar terbanyak merapat di pelabuhan pada tahun 2006 yakni 75 unit, dan jumlah wisatawan terbanyak adalah sebanyak 215 orang.
Pada tahun 2005, 70 unit perahu layar rombongan Sail Indonesia merapat di Pelabuhan Pantai Dulionong-Kalabahi dengan membawa 200 orang wisatawan mancanegara. Jumlah armada ini meningkat menjadi 75 unit pada tahun 2006 dengan jumlah penumpang 215 atau meningkat 0,75%. Selanjutnya tahun 2007 menjadi 65 unit dan jumlah wisatawan turun menjadi 137 orang. Keadaan terus menurun pada tahun 2008, jumlah wisatawan menurun menjadi 122 dan jumlah armada perahu layar hanya 54. Pada tahun 2009 tak ada rombongan sail yang berkunjung ke Kabupaten Alor, hal ini dikarenakan kegiatan Expo Alor tidak diadakan.
Menurunnya jumlah perahu layar dan jumlah wisatawan dalam rombongan sail Indonesia dari tahun 2005 sampai dengan 2008 adalah sebuah keadaan yang perlu dicermati titik permasalahannya agar ke depan keadaan ini dapat diperbaiki.
Berbeda dengan wisatawan lainnya yang datang dengan kapal pesiar dan perahu layar yang datang secara terorganisir, banyak juga wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Alor dengan menumpang alat transportasi umum, yakni pesawat dan kapal laut. Mereka biasanya datang setelah berwisata di Flores, Lombok dan juga langsung dari Bali demikian pula sebaliknya.
Para wisman seperti ini biasanya lebih lama tinggal di Kabupaten Alor dan menginap di Hotel, Wisma maupun lokasi lain langsung di daerah tujuan wisata. Rata-rata mereka berada di Kalabahi 7 hari. Sering juga wisatawan seperti ini datang berteman atau berkeluarga dan melakukan kunjungan ke beberapa daerah wisata secara marathon.
Jumlah wisatawan yang menggunakan transportasi umum untuk berkunjung ke Kabupaten Alor selama tahun 2007 adalah berjumlah 549 orang, mereka datang dengan menggunakan pesawat dan Kapal Laut. Pada tahun 2008 jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkurang 38,06% atau jumlah Wisatawan mancanegara hanya 340 orang. Pada tahun 2009 kembali mengalami peningkatan hanya 2,94% atau jumlah wisman yang berkunjung sebanyak 350 orang.
Secara umum, jumlah wisatawan di Provinsi Nusa Tenggara Timur menurun. Pada tahun 2008 jumlah wisatawan 362.274 orang dan pada tahun 2009 jumlah wisatawan 337.428 orang atau menurun 9,31%.
Dari 16 Kabupaten yang memiliki data, pada tahun 2008 Kabupaten Alor dilihat dari jumlah kunjungan wisman dan wisnus maka Kabupaten Alor berada pada peringkat 9 dengan jumlah wisatawan 8.263 orang, dengan rincian 634 Wisman dan 7.629 Wisnus.
Peringkat pertama dan kedua adalah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Hal ini dikarenakan jumlah kunjungan di dua kabupaten ini didominasi wisatawan nusantara. Selain itu, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang juga merupakan pintu masuk bagi para wisatawan ke kabupaten lain.
Pada tahun 2009, peringkat Kabupaten Alor menurun dua peringkat yakni peringkat 11 dengan jumlah kunjungan 10.495 orang. Secara jumlah jika dibanding dengan tahun 2008 maka mengalami peningkatan. Namun secara peringkat menurun, hal ini disebabkan di kabupaten lain juga jumlah wisatawan meningkat secara signifikan. Pada tahun 2009, jumlah wisatwan lebih menyebar di seluruh kabupaten, sedangkan Kabupaten Kupang dan Kota Kupang secara umum jumlah wisatawan menurun dari tahun sebelumnya.
Jika dibanding dengan Kabupaten Alor, beberapa kabupaten di NTT sudah terkenal karena memiliki obyek wisata yang sudah dikelola dengan baik dan menjadi unggulan wisata nasional dan menjadi target atau tujuan wisata internasional. Obyek wisata tersebut adalah Danau Kelimutu di Kabupaten Ende dan Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.
Selain dengan Obyek wisata yang sudah terkenal ada juga kabupaten yang memiliki keunggulan wisata karena akses terutama transportasi udara yang mudah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang serta Kabupaten lain di Daratan Timor.
Dengan demikian maka Kabupaten Alor selain harus berbenah diri dalam membangun sarana dan prasarana pariwisata dan melakukan promosi yang baik, juga perlu melakukan terobosan-terobosan untuk mempermudah akses transportasi darat, udara maupun laut.
Pada bagian pasar wisata juga dijelaskan, peta perkembangan pariwisata di NTT secara keseluruhan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pada tahun 2001 Kabupaten Alor menempati urutan 6 dengan jumlah 39 Wisman dan urutan ke 7 untuk wisatawan nusantara dengan jumlah 564 wisnus (jika diamati kunjungan wilayah per kabupaten di NTT). Pada tahun-tahun selanjutnya Kabupaten Alor mengalami perubahan kunjungan wisatawan yang cukup tinggi.
Data kunjungan wisatawan Propinsi Nusa Tenggara Timur, dari 21 Kabupaten/Kota, 16 Kabupaten/Kota yang memiliki data kunjungan wisatawan. Sedangkan 5 babupaten baru yakni Sabu Raijua, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Nagekeo dan Manggarai Timur belum memiliki data. PIJAR-ON