PIJAR NTT (Perhimpunan Jurnalis Alor)

January 7, 2010

PIJAR Terbuka Untuk Semua Wartawan

Filed under: Uncategorized — pijarntt @ 14:17

“Terang Untuk Semua (Light for All). Itulah moto PIJAR. Moto ini tentu menjadi tantangan berat buat kami untuk menjadi pewarta yang dapat menerangkan kepada semua masyarakat luas tentang apa saja yang sedang terjadi dalam perarakan pembangunan di segala bidang, pada aras nasional, regional dan lokal  di daerah ini, “ujar Linus Kia, Ketua PIJAR mengawali pidato deklarasinya.
Sudah Sejak lama, kata Ketua Pijar, dunia mengakui institusi pers sebagai pilar keempat dari piramida demokrasi, selain eksekutif, legislatif dan yudikatif. Karena itu, perkembangan pesat dari dunia pers, seiring dengan demikian kompleksnya dinamika pembangunan dewasa ini, memaksa para pekerja pers berperan lebih luas dalam menyalurkan gelombang aspirasi rakyat yang datang bagai air bah.
PIJAR, kata Linus Kia, tak sekadar ditetaskan begitu saja. Dia lahir berkat sebuah perjalanan waktu yang panjang, seiring sejarah kiprah insan pers dan tumbuhnya perusahaan media, khususnya media cetak di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan di Kabupaten Alor.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa sejak berakhirnya Orde Baru pasca kejatuhan Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 lalu, telah menjadi berkah tersendiri bagi dunia pers. Tak bisa dipungkiri, bahwa di era Orde Baru, kebebasan pers masih dibelenggu sehingga masyarakat sangat sulit memperoleh informasi melalui media massa yang jumlahnya sangat terbatas. Kementerian Penerangan masa Orde Baru, jelasnya, seperti ‘Satpam’ bagi pers dengan ancaman senjata bredelnya.
Namun, di era reformasi ini, masyarakat justru bingung memilih media massa yang tumbuh seperti jamur di musim hujan. Hal itu setelah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok-Pokok Pers diganti dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang ditandatangani Presiden BJ Habibie pada 23 September 1999.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, lanjutnya, memberi ruang lebar bagi kebebasan pers. Bahkan, syarat mendirikan perusahaan pers pun diperlonggar. Buktinya, di masa Orde Baru, hanya sedikit media yang ber-SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers), tetapi kini sudah seribu lebih media yang lahir di Republik ini, baik media cetak, elektronik maupun digital atau online.
Di Propinsi NTT yang sebelumnya hanya Pos Kupang yang eksis, kemudian bermunculan banyak media cetak baik harian maupun mingguan. Bahkan media cetak mingguan tumbuh di hampir semua kabupaten di NTT. Dan di NTT, Kabupaten Alor merupakan pioner karena sebagai kabupaten pertama di NTT yang memiliki koran lokal yakni Alor Post pada tahun 2001, kemudian Sinar Alor Pos. Mengalami perkembangan, maka saat ini koran lokal Alor yang eksis dan berkantor pusat di Kalabahi ada tiga media mingguan yakni Alor Pos, Ombay News dan Nusa Alor Pos.
Sedangkan media cetak terbitan Kupang dan beredar tetap di Kabupaten Alor saat ini yakni Surat Kabar Harian Pos Kupang, Harian Timor Expres, Tabloid Mingguan Buser Timur, Tabloid Mingguan Vista dan Media Mingguan Demos. Sedangkan media elektronik nasional yang punya reporter di Kabupaten Alor yakni RCTI, serta media online yakni Indowarta.com dan NTT Online.
Ketua Pijar, menambahkan, dengan melihat semakin banyaknya para wartawan atau yang sering disebut kuli tinta/kuli disket/kuli flashdisk yang melaksanakan kegiatan jurnalistik di Kabupaten Alor, maka muncul ide dan komitmen untuk membentuk sebuah wadah organisasi profesi wartawan berskala lokal di daerah ini.
Setelah melalui beberapa kali pertemuan akhirnya para wartawan/wartawati di Kalabahi menandatangani kesepakatan bersama yang kemudian dinamakan “Resolusi Monbang” sebagai tempat pertemuan awal di Perkampungan Tradisonal Monbang untuk membentuk organisasi yang diberi nama Perhimpunan Jurnalis Alor atau PIJAR.
“Wadah ini terbuka sebagai tempat berhimpun sekaligus berlindung para wartawan/wartawati dari berbagai media yang melaksanakan kerja jurnalistik di daerah ini. Meski demikian, PIJAR tidak mengintervensi kebijakan setiap media karena setiap media memiliki otoritas masing-masing. PIJAR hanya ikut berupaya mendorong pers untuk meningkatkan bobot kualitatif berdasarkan nilai-nilai profesional, karena kemerdekaan pers yang profesional menuntut segenap insan pers untuk membangun kualitas sumber daya manusia pekerja pers, kualitas pemberitaan yang mengacu pada prinsip cover both side atau bahkan cover all side, serta kinerja yang punya tanggung jawab moral terhadap etika profesi, “ujarnya.
Untuk menjawab panggilan dan tuntutan pelayanan, organisasi profesi yang dideklarasikan, kata Linus Kia, menawarkan maksud dan tujuan kelahirannya melalui tiga bidang yakni Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bidang Advokasi dan Bidang Sosial Kemasyarakatan.(pijar)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: