PIJAR NTT (Perhimpunan Jurnalis Alor)

January 11, 2010

Pelayanan RS Bergerak Mola Tidak Maksimal

Filed under: EKSOSBIS — pijarntt @ 03:04

KALABAHI – Pelayanan di Rumah Sakit Bergerak Mola hingga saat ini belum maksimal. Ini terjadi karena masih kurangnya berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Demikian dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadis Kesehatan) Kabupaten Alor, Dr. Muhidin Aroeboesman, saat ditemui wartawan awal pekan ini di Kalabahi. RS Bergerak ini dibangun pemerintah pusat di wilayah Mola. RS ini tidak didukung dengan sarana penunjang yang memadai, baik di ruangan pelayanan medis, maupun rawat inap.
Dalam pantauannya, kata Dokter Muhidin, ditemukan adanya ketidak-efektifan dalam pelayanannya. Ia menyebutkan, ruang rawat inap yang disiapkan tidak difungsikan, sebab tidak memenuhi syarat untuk tindakan rawat inap. Di RS tersebut hanya disiapkan tempat tidur, tetapi makanan untuk pasien tidak ada.
Hal lainnya, lanjut Muhidin, yakni sejumlah ruang pelayanan, seperti radiology, laboratorium dan sebagainya juga tidak memiliki fasilitas penunjang dasar, seperti listrik. Padahal, berbagai peralatan di RS tersebut cukup lengkap dengan standart komputerisasi yang membutuhkan energi listrik.

“Fasilitas RS bergerak cukup lengkap, tetapi untuk mengoperasikan hanya menggunakan genset, sehingga kekuatannya tidak seberapa, ”ujar Muhidin.
Muhidin menambahkan, ketidakefektifan berikutnya adalah letak atau lokasi RS bergerak tersebut. RS ini, jauh dari RSUD Kalabahi, sehingga banyak masyarakat yang tidak datang ke RS tersebut.
“Data yang kami peroleh, rata-rata setiap harinya mencapai 100 orang yang berobat di RS Bergerak. Pelayanan ini sudah selesai sekitar pukul 11.00 wita atau hingga pukul 12.00 wita. Setelah itu petugas sudah tidak ada aktivitas. Padahal petugas yang ditempatkan di RS tersebut cukup banyak, ”ungkap Muhidin.
Berkaitan dengan personil di RS tersebut, dari dinas akan melakukan pengkajian lebih dalam untuk melakukan penarikan sejumlah petugas medis untuk ditempatkan di sarana kesehatan lainnya yang dibutuhkan.
“Kalau pikiran saya, RS Bergerak tersebut lebih cocok tangani kasus-kasus emergency, ”tambah Muhidin.
Sementara itu, Direktur RS Bergerak Mola, dr. Ketut Indrayana yang dikonfirmasi, mengungkapkan, persoalan mendasar sehingga RS Bergerak tersebut berjalan kurang efektif akibat masalah komitmen antara pemerintah pusat dan Pemkab yang tidak jalan.
Menurut Ketut, dalam kesepakatan yang ada, tahun pertama operasional RS ini ditanggung 100 persen oleh pusat, tahun kedua 75 % pusat dan 25 % Daerah, tahun ketiga setengah-setengah, dan tahun keempat terbalik 25 % pusat dan 75 % daerah, dan tahun kelima di serahkan kepada Pemkab.
Meski RS ini sudah memasuki tahun kedua, tetapi dari daerah belum menjalankan kewajibannya, demikian pula pemerintah pusat tidak sepenuhnya melaksanakan komitmen yang ada.
Contoh paling kecil adalah masalah listrik. Sebenarnya sejak awal pembangunan RS ini harus sudah terpasang listrik PLN. Akibat belum terpasang maka pelayanannya belum maksimal.PIJAR-otek

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: