PIJAR NTT (Perhimpunan Jurnalis Alor)

January 13, 2010

Jurnalis Alor Lakukan Penghijauan dan Konservasi Lingkungan

Filed under: EKSOSBIS — pijarntt @ 03:45

Kalabahi-  Tanam dan pelihara sampai besar.  Hanya dengan menanam, sumber mata air, ekosistem lingkungan seperti flora dan fauna khas Alor yang mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dapat terpelihara dengan baik.

Ini pesan moral yang disampaikan Bupati Alor Drs. Simeon Pally ketika mencanangkan pelaksanaan pekan penghijauan konservasi alam nasional (PPKAN) Tingkat Kabupaten Alor, Kamis,(10/12) yang dipusatkan di Desa Otvai Kecamatan Alor Barat Laut.
Menurut Bupati Alor, dalam dekade terakhir ini, isu lingkungan bukan saja menjadi isu regional tetapi telah menjadi isu global yang berdampak pada masalah-masalah kekurangan pangan yang sering melanda kehidupan manusia perlu kita sikapi bersama. Dikatakannya, bumi, air dan ruang angkasa adalah merupakan Anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya, tetapi oleh karena kecerobohan dan keserakahan umat manusia maka segala ciptaan Tuhan yang ada di muka bumi dieksploitasi dengan tidak memperhatikan kelangsungan ekosistem lingkungan.

Isu dunia yang paling menonjol saat ini adalah pemanasan global sehingga negara-negara maju maju termasuk Indonesia sangat memperhatikan pentingnya kelestaian lingkungan dengan berbagai upaya antara lain dengan ditetapkannya Hari Penanaman Nasional oleh Presidenpada setiap tanggal 28 November, dimana hari ini kita menanam tanaman konservasi guna pelestariannya, katanya.
Dalam pandangannya demikian Pally persoalan utama lingkungan hidup di daerah ini adalah perladangan berpindah-pindah dengan system tebas-bakar sehingga lahan kritis tiap tahunnya terus bertambah. Masalah lainnya antara,  laju pertambahan penduduk baik melalui kelahiran, urbanisasi, pembangunan infrastuktur dengan tidak berpedoman pada tata ruang, perambahan hutan  serta berbagai kegiatan lainnya yang tidak memperhatikan kelangsungan ekosistem lingkungan.
Akibatnya terang Pally  yang dirasakan saat ini adalah menurunnnya daya dukung lahan, gagal panen yang mengakibatkan erosi, banjir, dan longsor serta hilangnya sumber-sumber keanekaragaman hayati lokal serta menurunnya pendapatan masyarakat setempat. Sehingga kondisi sumber daya alam dan lahan di Kabupaten Alor saat ini mengalami degradasi yang sangat signifikan baik di darat maupun di pesisir dan laut sebagai akibat pemanfaatannya secara tidak bertanggung jawab dan tidak seimbang. Sudah saatnya harus kita pulihkan, tandas Pally.

Dijelaskannya,  penanganan untuk pemulihan terhadap kerusakan yang terjadi merupakan tanggung jawab kita bersama terutama masyarakat sebagai pelaku dan penikmat sumber daya alam. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dimana pelibatan masyarakat niscaya akan dapat merumuskan persoalan secara tepat, mendapatkan informasi tentang suatu kegiatan pembangunan secara benar,merumuskan akternatif penyelesaian masalah yang dapat diterima secara sosial serta membentuk rasa memiliki terhadap rencana dan penyelesaian program sehingga memudahkan dalam pelaksanaannya.

Kegiatan konservasi dan rehabilitasi lahan kritis di daerah ini jelas Pally merupakan kegiatan jangka panjang yang tidak mudah dilakukan bila sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah. Keterbatasan sumber daya manusia sangat mempengaruhi keberhasilan upaya tersebut sehingga perlu dilakukan berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya yang sangat mendasar adalah keterlibatan masyarakat.

Diakuinya penghijauan  konservasi alam nasioanal (PPKAN) merupakan salah satu pendekatan yang didasarkan pada uapaya mendorong sebesar-besarnya keterlibatan masyarakat sehingga pada gilirannya akan tumbuh motivasi, kreasi, tanggung jawab dan kemampuan swadaya masyarakat sesuai dengan kearifan lokal  menuju kesadaran pentingnya fungsi lingkungan hidup terutama ruang terbuka hijau.

Tingkat peran aktif masyarakat berkaitan erat dengan keberadaan, kemampuan dan kualitas organisasi sosial dan organisasi masyarakat serta tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang lingkungan karena kehidupan umat manusia sangat tergantung kepada lingkungan.
Untuk itu pemerintah daerah tambah Pally telah mengupayakan keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti organisasi keagaamaan, adat, pemuda, wanita, pramuka dan pelajar baik formal maupun informal yang berada di kelurahan dan desa juga dunia usaha, dengan terbentuknya kelompok pemuda Cinta Lingkungan dan Kelompok  Perguruan Tinggi, dengan pola-pola yang telah dilakukan melalui pelatihan, pendidikan serta pemberian penghargaan, rangsangan dan dorongan kepada masyarakat maupun kelompok untuk terus berupaya melakukan rehabilitasi lahan guna pemulihan ekosistem lingkungan sehingga tercipta keseimbangan ekologis yang dapat mengatasi dampak perubahan iklim dan mengurangi bencana lingkungan.

Untuk mengatasi permasalahan ligkungan, orang nomor satu di kabupaten ini mengaku  sejak  2003 hingga kini, pemerintah  telah memberikan bantuan anakan kepada masyarakat yang tersebar di 17 kecamatan untuk melaksanakan kegiatan gerakan penghijauan pada lahan kritis sehingga dapat terpulihkan dan tidak lagi terjadi bencana lingkungan yang merusak infrastruktur maupun suprastruktur dalam masyarakat serta menghindari kerugian materil maupun korban jiwa.
Pally menghimbau kepada  kepada seluruh pimpinan SKPD, tokoh masyarakat, agama, pemuda, adat, perempuan, dunia usaha, LSM, pelajar, pendidik, kelompok pencinta lingkungan agar  dengan hati terbuka mau menjadikan dirinya sebagai motivator, penggerak, contoh dalam kepedulian dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan, dengan cara tepat dan tegas mau menangani masalah-masalah lingkungan yang terjadi. Ini yang menginspirasi Bupati Alor mengumandangkan pesan moran bernada ajakan untuk tanam, pelihara  sampai berhasil.  Upaya semua pihak  menyelamatkan flora dan fauna demikian Pally adalah merupakan upaya yang sangat mulia karena telah mewariskan bumi  yang penuh mata air yang akan membawa kemakmuran kepada generasi mendatang bukan sebaliknya mewariskan air mata penderitaan kepada anak cucu anda sebagai generasi penerus.
Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup daerah (BLHD) Drs. N. St. Turwewi mengatakan untuk membina relasi sosial yang mesra dengan sesama manusia, harus dirintis  dari gerakan mengembalikan kemurnian, kesucian dan keindahan alam selaku perahu tempat kita menumpang dalam kehidupan yang fana ini. Mengembalikan kemurnian alam lingkungan sebagai firdausnya kehidupan, kata Turwewi, adalah satu impian kosong jika komitmen masyarakat hanya muncul dalam bentuk irama kalimat tanpa dihayati dalam tindakan nyata.

Menurut Turwewi, penghijauan alam lingkungan yang berbasis masyarakat membutuhkan gerakan nyata yang muncul dalam tanda-tanda kesadaran bahwa alam lingkungan dengan manusia merupakan sub sistem yang membentuk hubungan yang saling menguntungkan. ”Alam hanya dapat berfungsi sebagai rahim yang mengandung berkat melimpah bagi manusia jika manusia tidak pernah melupakan tindakan menjaga keindahan alam itu,” jelas Turwewi.  Berdasarkan Undang-undang Kehutanan No. 14 Tahun 1999 jelas Turwewi, luas kawasan hutan suatu wilayah harus dipertahankan minimal 30 % dari luas Daerah Aliran Sungai atau Pulau. Sebaran Kawasan Hutan di Kabupaten Alor demikian Turwewi telah di tetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Nusa Tenggara Timur No. 64 Tahun 1996 tentang penetapan padu serasi rencana tata ruang wilayah propinsi dan tata guna hutan kesepakatan dengan luas kawasan hutan adalah 103,818,90 Ha atau 36,24 %. Dari luas wilayah daratan dengan peruntukan  kawasan hutan lindung seluas 52.413,95 Ha, kawasan hutan produksi terbatas seluas 19.793,83 Ha, kawasan hutan produksi tetap  2.860,07 Ha dan kawasan konservasi seluas 8.757,05 Ha (Taman Wisata Alam dan Taman Baru). Menurut Turwewi  kondisi penutupan lahan yang berhutan lebat hanya sekitar 12% dan sisanya adalah padang rumput, semak belukar, tanah kosong dan hutan rawa dengan luas lahan kritis 116.195 Ha yaitu terdapat dalam kawasan hutan 48.050 Ha dan luas kawasan hutan 68.145 Ha.
Karena itu titik berat pelaksanaan PPKAN adalah partisipasi masyarakat untuk mempercepat pemulihan lahan kritis diluar kawasan hutan melalui pemberian motivasi kepada masyarakat luas, termasuk dunia usaha sehingga secara bertahap kelestarian lingkungan hidup dalam rangka pembangunan berkelanjutan, katanya. 

Turwewi mengaku, 27.832 anakan yang ditanam dalam pencanangan program ini, jenis anakannya antara lain  sukun cilacap, mangga alor, pinang, jambu mente dan Mahoni. Itu berarti, dalam tahun 2009 ini  lewat kegiatan PPKAN dan GPBM, jumlah anakan yang telah di tanam dan akan di tanam hingga 20 Desember 2009 sebanyak 46.078 pohon. PIJAR-Moris-Otek-ON

2 Comments »

  1. Semoga Negara kita tambah hijau dan subur ya mas

    Comment by KangAsep — January 17, 2010 @ 05:43 | Reply

  2. Mulailah dari diri kita sendiri untuk menyelamatkan bumi dengan mengadakan penghijauan dan konservasi alam. Ayo kita menanam…..menanam…dan menanam

    Comment by ekopras — April 25, 2010 @ 14:03 | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: